Monday, December 24, 2012

LAPORAN AKHIR PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

HALAMAN PENGESAHAN
1.       
Judul Kegiatan
:
PELATIHAN PEMBUATAN BLANGKON SEBAGAI USAHA MELESTARIKAN TRADISI BUDAYA JAWA DAN MODAL UNTUK USAHA MANDIRI
2.       
Bidang Kegiatan
:
(   ) PKM-P                 (   ) PKM-K
(   ) PKM-T                 (ü) PKM-M
3.       
Bidang Ilmu
:
(   ) Kesehatan             (   ) Pertanian
(   ) MIPA                    (   ) Teknologi dan
                                           Rekayasa
(ü) Sosial Ekonomi     (   ) Humaniora
(   ) Pendidikan
4.       
Ketua Pelaksana Kegiatan



a.       Nama Lengkap
:
Eko Winarno

b.      NIM
:
B11090

c.       Jurusan
:
D.3 Manajemen Informatika

d.      Universitas/Institut/Politeknik
:
Politeknik Indonusa Surakarta

e.       Alamat Rumah dan No. Tel/HP
:
Pekilen Rt.01/Rw.03 Kapungan
Polanharjo Klaten
087836888921

f.       Alamat E-Mail
:
timothyekow@yahoo.co.id
5.       
Anggota Pelaksana Kegiatan/Penulis
:
2 Orang
6.       
Dosen Pembimbing



a.       Nama Lengkap dan Gelar
:
M.  Qoyim, S.Sos

b.      NIP/NIDN
:
0604086902

c.       Alamat Rumah dan No. Tel/HP
:
Sayangan Kulon Rt.01/Rw.03 Laweyan
7.       
Biaya Kegiatan Total
:
Rp. 6.500.000,- (Enam Juta Limaratus Ribu Rupiah)

a.       Dikti

Rp. 6.500.000,-

b.      Sumber lain

-
8.       
Jangka Waktu Pelaksanaan
:
4 (Empat) Bulan

                                                                                 Surakarta, 30 Mei 2012

Menyetujui                                                             
Ketua Program Studi                                              Ketua Pelaksana
D3. Manajemen Informatika                                   Kegiatan


(Dhanang Sukmana Adi, S.Kom)                           (Eko Winarno)
NIDN. 0615108402                                                NIM. B11090

Direktur
Politeknik Indonusa Surakarta                                Dosen Pendamping


(Ir. Suci Purwandari)                                               (M.  Qoyim, S.Sos)
NIDN. 0630076601                                                NIDN. 0604086902
                                                                 
 ABSTRAKSI

Blangkon merupakan tutup kepala yang dibuat dari batik dan digunakan oleh kaum pria sebagai bagian dari pakaian tradisional jawa. Tujuan program pelatihan pembuatan blangkon ini bertujuan untuk melestarikan budaya tradisional, memberdayakan warga khususnya masyarakat dan usaha pembuatan blangkon menjadi masyarakat yang mandiri dan dapat membantu menambah pendapatan ekonomi, dan dengan pelatihan ini diharapkan para peserta mampu dan menguasai cara pembuatan blangkon.
Pelatihan pembuatan Blangkon Ini dilaksanakan di Dusun Tempuran, Desa Bolon, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar. Peserta Pelatihan ini adalah para Pemuda Karang Taruna setempat yang memiliki keinginan untuk belajar membuat blangkon sebagai alternatif usaha dan para pecinta budaya tradisional yaitu Blangkon yang merupakan salah satu bagian pakaian trasional Jawa.
Pelatihan yang dilaksanakan oleh tim pelaksana PKMM adalah pembuatan blangkon. Pelatihan didahului dengan pengenalan dan teori dasar pelatihan pembuatan blangkon. Hal ini bertujuan membuka wawasan berfikir peserta pelatihan bahwa dari satu bahan bisa dihasilkan sesuatu yang bernilai ekonomi dan seni. Dan selanjutnya dilaksanakan praktek pembuatan blangkon dari awal sampai akhir sampai dengan pengemasan.
Dari pelatihan pemberdayaan masyarakat dalam pembuatan blangkon ini keluaran yang diharapkan adalah dengan tercapainya pelatihan bagi masyarakat dalam usaha pembuatan blangkon ini diharapkan para peserta dapat mendirikan usaha pembuatan blangkon untuk menambah pendapatan ekonomi, mendorong penciptaan lapangan kerja baru yang mampu menampung tenaga kerja yang terampil dan terdidik dan melestarikan budaya jawa.


Kata kunci: blangkon, budaya jawa, pelatihan

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan yang telah melimpahkan rahmat, karunia dan hidayahNya sehingga kami dapat malaksanakan pelatihan pembuatan Blangkon di Dusun Tempuran, Desa Bolon, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar.
Kami sangat berterimakasih kepada para pengrajin Blangkon, karena melalui mereka kami terinspirasi untuk mengembangkan pelatihan pembuatan Blangkon ini pada Pemuda Karang Taruna Dusun Tempuran, Desa bolon, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar yang nantinya kami harapkan dapat membuka wawasan berfikir peserta pelatihan bahwa dari satu bahan bisa dihasilkan sesuatu yang bernilai ekonomi dan seni., sehingga dapat memberikan nilai tambah dan alternative terciptanya lapangan kerja baru.
Pelatihan ini tidak terlepas dari berbagai hambatan, maka kami mengucapkan terima kasih kepada :
1.      Tuhan yang Maha Kuasa yang senantiasa memberikan bimbingan dan rahmatnya kepada kami.
2.      Direktur Politeknik Indonusa, Ir Suci Wulandari yang telah memberikan dukungan kepada kami.
3.      M. Qoyim S.Sos.  dan Edi Susena S.Kom yang telah memberikan bimbingan dan arahan kepada kami sehingga kami dapat melaksanakan pelatihan ini. 
4.      Kepada Keluarga besar Karang taruna Dusun Tempuran, Desa Bolon, Kecamatan Colomadu, Kabupaten karanganyar kami mengucapkan terimakasih atas izin, kelonggaran waktu dan tempat untuk mengadakan pelatihan pembuatan Blangkon.
5.      Rekan-rekan mahasiswa Program Studi Manajemen Informatika Politeknik Indonusa yang telah membantu memberikan ide, saran, dan dukungan.
6.      Semua pihak yang telah terlibat dan membantu dalam program pelatihan ini.
              Kami menyadari bahwa dalam pelatihan ini kami masih terdapat banyak kekurangan, untuk itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun untuk kesempurnaan pelatihan ini, serta kami menyadari dalam pelatihan ini kami banyak melakukan kesalahan, maka kami mohon maaf  pada berbagai pihak. Terimakasih. 



                                                                        Surakarta,       Mei  2012


                                                       Penyusun


PELATIHAN PEMBUATAN BLANGKON SEBAGAI USAHA
MELESTARIKAN TRADISI BUDAYA JAWA
DAN MODAL UNTUK USAHA MANDIRI


I. PENDAHULUAN
       A. LATAR BELAKANG MASALAH
Kalau berbicara tentang budaya jawa, kita tentunya mengenal blangkon. Blangkon merupakan tutup kepala yang dibuat dari batik dan digunakan oleh kaum pria sebagai bagian dari pakaian tradisional jawa. Pada masyarakat jawa jaman dahulu, memang ada satu cerita legenda tentang Aji Soko. Dalam cerita ini, keberadaan iket kepala pun telah disebut, yaitu saat Aji Soko berhasil mengalahkan Dewata Cengkar, seorang raksasa penguasa tanah Jawa, hanya dengan menggelar sejenis sorban yang dapat menutup seluruh tanah Jawa. Aji Soko kemudian dikenal sebagai pencipta dan perumus permulaan tahun Jawa yang dimulai pada 1941. Ada sejumlah teori yang menyatakan bahwa pemakaian blangkon merupakan pengaruh dari, budaya Hindu dan Islam yang terdiri dari dua etnos yaitu keturunan Cina dari Daratan Tiongkok dan para pedagang Gujarat. Para pedagang Gujarat ini adalah orang keturunan Arab, mereka selalu mengenakan sorban, yaitu kain panjang dan lebar yang diikatkan di kepala mereka. Sorban inilah yang meng-inspiransi orang Jawa untuk memakai iket kepala seperti halnya orang keturunan arab tersebut.
Ada teori lain yang berasal dari sesepuh yang mengatakan bahwa  pada jaman dahulu, iket kepala tidaklah permanen seperti sorban yang senantiasa diikatkan pada kepala. Tetapi dengan adanya masa krisis ekonomi akibat perang, kain menjadi satu barang yang sulit didapat. Oleh sebab itu, para petinggi keratin meminta seniman untuk menciptakan ikat kepala yang menggunakan separoh dari bisaanya untuk efisiensi akhirnya tercipta bentuk penutup kepala yang permane dengan kain hemat yang disebut blankon. Pada jaman dahulu, blangkon memang hanya dapat dibuat oleh para seniman ahli dengan pakem (aturan) yang baku. Semakin memenuhi pakem yang ditetapkan, maka balngkon tersebut semakin tinggi nilainya.
Para pengrajin blangkon mengakui, masih mengalirnya permintaan blangkon, tak lepas dari masih terjaganya aktivitas seni budaya di kalangan masyarakat jawa, meski jumlahnya semakin berkurang. Blangkon telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam karakter budaya jawa. Karena itu, selain faktor ekonomi, dalam usaha ini diharapkan agar keberadaannya tidak akan punah oleh kemajuan zaman.
Dari permasalahan tersebut maka kami tim PKMM dari Perguruan Tinggi (Politeknik Indonusa Surakarta) dalam program pengabdian masyarakat mencoba melestarikan usaha pembuatan blangkon sebagai salah satu tradisi budaya Jawa, sehingga usaha ini akan tetap bertahan ditengah perkembangan zaman modern saat ini, dengan cara memberdayakan masyarakat melalui bimbingan pelatihan dan bimbingan usaha pembuatan blangkon dimana dengan pelatihan dan bimbingan ini diharapkan nantinya sebagai bekal wirausaha mandiri sehingga dapat menambah penghasilan untuk meningkatkan ekonomi keluarga, sehingga tingkat perekonomian mereka juga akan terangkat kearah yang lebih baik dan yang tidak ketinggalan yaitu dapat melestarikan tradisional Jawa.

       B. PERUMUSAN MASALAH
Dalam program pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan cara meningkatkan ketrampilan masyarakat yang mendasar yaitu :
a)    Bagaimana pemberdayaan masyarakat dengan dibekali pelatihan pembuatn blangkon dan manajemen  usaha untum bekal wirausaha mandiri.
b)    Bagaimana mendirikan / membuka usaha pembuatan blangkon bagi masyarakat sebagai salah satu wujud membantu program pemerintah dalam peningkatan kesejahteraan ekonomi rakyat kecil dan melestarikan budaya pakaian tradisional.
Adapun asumsi yang digunakan adalah bahwa dengan pelatihan pembuatan Blangkon serta manajemen usaha bagi masyarakat dan pembuat Blangkon yang sudah dilatih akan memiliki mtivasi mendirikan usaha untuk menambah penghasilan keluarga.
Sedangkan hipotesi yang diajukan dalam program IPTEK ini sebagai salah satu wujud penabdian kepada masyarakat dari Perguruan Tinggi, sehingga diharapkan dalam program ini dapat memberikan pengembangan keterampilan bagi mahasiswa untuk melaksanakan pengabdian asyarakat dalam kaitan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

        C. TUJUAN KEGIATAN
Tujuan program pelatihan pembuatan blangkon dan manajemen usaha bagi masyarakat ini bertujuan untuk :
a.     Melestarikan budaya tradisional.
b.    Memberdayakan warga khususnya masyarakat dan usaha pembuatan blangkon menjadi masyarakat yang mandiri dan dapat membantu menambah pendapatan ekonomi.
c.     Dengan pelatihan ini diharapkan para peserta mampu dan mengetahui teknologi dan cara pembuatan blangkon.

  D. LUARAN YANG DIHARAPKAN
Dari pelatihan pemberdayaan masyarakat dalam pembuatan blangkon ini keluaran yang diharapkan adalah sebagai berikut :
a.     Dengan tercapainya pelatihan bagi masyarakat dalam usaha pembuatan blangkon ini diharapkan para peserta dapat mendirikan usaha pembuatan blangkon untuk menambah pendapatan ekonomi dan juga melestarikan tradisi budaya Jawa
b.    Mendorong penciptaan lapangan kerja baru yang mampu menampung tenaga kerja yang terampil dan terdidik.
c.     Dari program ini diharapkan memberikan pengembangan ketrampilan bagi mahasiswa untuk melaksanakan penelitian dan pengabdian masyarakat.
E. KEGUNAAN PROGRAM
1.      Mestarikan budaya pakaian tradisional.
2.      Dari sisi ekonomi, pendapatan akan lebih meningkat.
3.      Dengan menejemen pemasaran dan produksi yang baik maka dapat mengurangi jumlah pengangguran secara lokal maupun nasional.
4.      Mewujudkan peran Perguruan Tinggi dalam upaya meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi kemiskinan melalui bidang pendidikan dalam kerangka Tri Dharma Perguruan Tinggi.

II. GAMBARAN UMUM MASYARAKAT SASARAN
Bolon adalah desa di kecamatan Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah, Indonesia dengan luas ±7,5 km² dan berpenduduk ± 1.800 jiwa . Desa Bolon bersama-sama dengan Desa Ngasem merupakan dua desa yang terletak paling barat dari Kabupaten Karanganyar. Kecamatan Colomadu merupakan kecamatan yang beribukota kabupaten Karanganyar paling barat dan dipisahkan oleh Kota Surakarta (Kota Solo). Posisi Desa Bolon dilewati Jalan Provinsi, yaitu Jalan Tentara Pelajar yang merupakan terusan dari Jalan Adi Sucipto menghubungkan ke dan dari Kota Surakarta (Kota Solo).
Desa Bolon Kecamatan Colomadu Kabupaten Karanganyar mengalami perkembangan yang pesat didalam usaha pertanian dan perternakan. Akan tetapi sebagaimana permasalah dengan wilayah pedesaan, banyak sekali pengangguran yang disebabkan oleh kurangnya kesempatan kerja dan keahlian yang dimiliki penduduk di wilayah tersebut. Menurut data penduduk di masih terdapat banyak angkatan keja yang belum mendapat pekerjaan yang mempunyai pendidikan bervariasi mulai dari SD, SMP, SMA, dan PT. Dimana hal ini akan sangat membebani keluarga apalagi kalau pendapatan keluarga hanya bersumber dari satu orang dengan jumlah yang tidak seberapa.
Dari permasalahan ini kami Tim PKMM berusaha memberikan bekal pelatihan kepada masyarakat dengan pelatihan usaha blangkon, yang mana bekal keterampilan ini nantinya dapat dijadikan modal wirausaha bagi warga belajar maupun sebagai usaha pioneer sehingga akan bias menjadi tenggat berdirinya usaha-usaha baru yang sejenis ataupun bidang lain.

III. METODE PELAKSANAAN PROGRAM
Metode keterampilan pembuatan blangkon ini ditujukan untuk warga masyarakat yang belum bekerja dan yang memiliki minat belajar usaha pembuatan blangkon. Adapun cara memperoleh peserta dari pelatihan ini adalah sebagai berikut :
1.      Survey lokasi dan penentuan tempat yang akan digunakan untuk pelatihan.
2.      Perekrutan peserta program dengan persyaratan sebagai berikut :
a.       Masyarakat yang belum bekerja  atau memiliki usaha.
b.      Mempunyai kemauan dan kemampuan berwirausaha.
c.       Disiplin tinggi, menaati peraturan  selama pelatihan.
d.      Keinginan kuat untuk mendirikan usaha.
3.      Sosialisasi program untuk menarik minat masyarakat untuk bisa dijadikan sebagai peserta program.
4.      Pelaksanaan pelatihan meliputi teori dan praktek pembuatan blangkon dan manajemen selama 4 pertemuan.
No
Materi
Tentor/Intrukstur
Pokok Bahasa
1
Teori
-          Instruktur
-          Tim PKMM
1.      Teori Pembuatan blangkon proses awal sampai akhir.
2.      Teori manajemen usaha.
2
Praktek
-          Instruktur
-          Tim PKMM
1.      Teori Pembuatan blangkon proses awal sampai akhir. (jadi)
2.      Pengemasan produk.
5.      Materi pelatihan  pembuatan blangkon
Materi yang disampaikan oleh tim pelaksana PKMM adalah pembuatan blangkon. Pelatihan didahului dengan pengenalan dan dasar pelatihan pembuatan blangkon. Hal ini bertujuan membuka wawasan berfikir peserta pelatihan bahwa dari satu bahan bias dihasilkan sesuatu yang bernilai ekonomi dan seni.
Dalam pembuatan kerajinan pembuatan blangkon ini diperlukan alat dan bahan sebagai berikut :
a.       Kain yang bermotif / kain batik berbentuk iket atau udeng berbentuk persegi empat bujur sangkar. Ukurannya kira-kira selebar 105 cm x 105 cm.
b.      Klebot atau model kepala yang terbuat dari kayu/cetakan blangkon.
c.       Plastik kemasan.
d.      Kain alas, karton, lem, benang jahit, dan gunting.

Urutan kerja Persiapan hingga pelaksanaan adalah sebagai berikut:
-          Langkah awal adalah menentukan lokasi pengabdian masyarakat dimana yang mempunyai masalah kemiskinan dan penggangguran, dimana langkah ini akan menentukan daerah mana yang membutuhkan bantuan pelatihan usaha untuk meningkatkan ekonomi keluarga.
-          Menjalin kesepakatan dengan masyarakat dalam rangka program pelatihan pembuatan blangkon.
-          Perekrutan calon peserta program keahlian.
-          Proses pelatihan pembuatan blangkon dan manajemen usaha, dimana lama pelaksanaan pelatihan selama 4 Pertemuan.
-          Membantu pembentukan kelompok usaha sekaligus pendamping usaha.
-          Membantu mencari akses modal, pemasaran dan promosi usaha.
-          Pengembangan usaha kearah yang lebih baik.

IV. PELAKSANAAN PROGRAM
4.1 Waktu dan Tempat
Pelatihan Pembuatan Blangkon ini dilaksanakan empat kali pertemuan di Dusun Tempuran, Desa Bolon Kecamatan Colomadu Kabupaten Karanganyar.
 Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 14 - 17 April 2012 mulai pukul 10.00 WIB - 14.00 WIB dengan jumlah peserta 15 orang 3 orang Tim PKMM dan 1 orang Instruktur

4.2 Tahapan Pelaksanaan Program
Hari pertama suasana pelatihan berlangsung hangat ketika tim PKMM mulai membuka acara. Acara kemudian dibuka dan selanjutnya tim PKMM langsung memulai jalannya acara dengan menjelaskan Rencana pelatihan dan memberikan gambaran umum tentang Blangkon.
Dari beberapa pertanyaan yang diajukan kepada peserta, nampak bahwa seluruh peserta memiliki antusias untuk mengikuti pelatihan ini, sehingga bagi mereka pelatihan ini menjadi sesuatu yang baru dan pertama kali mereka dapatkan. Setelah mereka mulai mengenal blangkon kemudian tim penyuluhpun menjelaskan banyak hal  tentang manfaat blangkon selanjutnya peserta dikenalkan dengan berbagai model bentuk blangkon. Saat pertama kali melihat bentuk-bentuk blangkon yang sudah jadi, mereka berebut minta segera diajari untuk membuat bentuk-bentuk blangkon yang ada. Dalam pelatiahan ini Tim PKMM dibantu oleh seorang Instruktur yang merupakan pengrajin Blangkon selama kurang lebih 20 tahun.
Selama 4 hari pelatihan peserta dibimbing mulai teori, melihat cara pembuatan langsung dari instruktur , dan kemudian mulai belajar langsung langkah demi langkah pembuatan blangkon sampai jadi dan cara pengemasannya.

4.3 Instrumen Pelaksana 
Pelaksanaan PKM-M terdiri dari berbagai pihak yaitu tim pelaksana, satu orang Instruktur pembuatan Blangkon, dan Dosen Pembimbing. Tim pelaksana merupakan tim yang mengelola dan bertanggung jawab penuh terhadap pelaksanaan program ini.  Sedangkan Instruktur merupakan tenaga tambahan yang diperlukan untuk program pelatiahan pembuatan Blangkon. 
4.4  Rancangan dan Realisasi Biaya
Dalam pelaksanaan program pengabdian masyarakat (PKMM) ini realisasi biaya pelaksanaan dapat dilihat pada lampiran sedangkan biaya keseluruhan yang diusulkan ke Dikti adalah Rp. 10.000.000,- dimana penggunaan meliputi bahan habis pakai, transportasi, dan lain-lain dengan rincian sebagai berikut :
NO
RINCIAN
SATUAN
JUMLAH
1
Bahan habis pakai



1.      Peralatan dan bahan baku pembuatan blangkon (1 paket)
  @                     Rp. 600.000
                          Rp. 600.000

2.      Buku manajemen usaha (1buah)
  @                     Rp. 50.000
                          Rp. 50.000

3.      Proses pembuatan blangkon
  @                     Rp. 750.000
                          Rp. 750.000

4.      Modal pembentukan kelompok usaha (2 kelompok)
  @                     Rp. 500.000
                          Rp. 1.000.000
2
Alat penunjang kegiata



Bahan dan alat pembuat blangkon (15 paket) untuk 15 peserta latih
  @                     Rp. 150.000
                          Rp. 2.250.000
3
Transportasi



1.      Peserta 15 orang (6 kali)
  @                     Rp. 150.000
                          Rp. 800.000

2.      Tim PKMM 4 orang (6 kali)
  @                     Rp. 200.000
                          Rp. 1.200.000

3.      Instruktur 2 orang (6 kali)
  @                     Rp. 200.000
                          Rp. 1.200.000

4.      Pembelian alat dan bahan (1 kali)
  @                     Rp. 100.000
                          Rp. 100.000
4
Lain – lain



a.       Pemantuan internal
  @                     Rp. 250.000
                          Rp. 250.000

b.      Pembuatan proposal dan laporan akhir (1 paket)
  @                     Rp. 400.000
                          Rp. 400.000

c.       Pengiriman proposal
  @                     Rp. 100.000
                          Rp. 100.000

d.      Dokumentasi 2 rol
  @                     Rp. 150.000
                          Rp. 300.000

e.       Seminar
  @                     Rp. 500.000
                          Rp. 500.000

f.       Penerbitan artikel ilmiah (1 paket)
  @                     Rp. 500.000
                          Rp. 500.000

JUMLAH TOTAL

                          Rp. 10.000.000

V. HASIL DAN PEMBAHASAN
5.1 Hasil
Hasil dari pelaksanaan program PKM-M dapat dilihat dari dua indikator yaitu ketercapaian target luaran dan peningkatan skill peserta yang di ukur melalui kuesioner ahir program.
Indikator Pencapaian Tujuan.
a.       Indikator Umum
1.      Adanya budaya mutu pelaksanaan pelatihan dan orientasi produktifitas di kalangan peserta pelatihan, instruktur, tim PKMM Politeknik Indonusa Surakarta.
2.      Adanya rintisan usaha pembuatan blangkon yang didirikan oleh peserta pelatihan.
3.      Adanya alternatif terciptanya pendapatan baru bagi keluarga dari masyarakat.
4.      Tercapainya peningkatan kesejahteraan keluarga, sehingga tingkat kemiskinan semakin menurun.
b.      Indikator Khusus
1.      Tingkat keberhasilan pelatihan pembuatan blangkon oleh peserta mencapai 85% (lulus dan layak mendirikan usaha)
2.      Tersusunnya proposal rencana usaha/bisnis plan yang dibuat oleh peserta pelatihan minimal 75% diantaranya layak untuk diwujudkan sebagai kegiatan usaha mandiri.
3.      Motivasi dan minat peserta pelatihan untuk berwirausaha sebagai pelatihan untuk ikut meningkatkan pendapatan keluarga.

5.2  Pembahasan
Dari pelatihan pemberdayaan masyarakat dalam pembuatan blangkon ini keluaran yang dihasilkan dinilai berdasar LogBook dan  IKJP adalah dengan tercapainya pelatihan bagi masyarakat dalam usaha pembuatan blangkon para peserta dapat mendirikan usaha pembuatan blangkon untuk menambah pendapatan ekonomi dan juga melestarikan tradisi budaya Jawa serta terciptanya lapangan kerja baru yang mampu menampung tenaga kerja yang terampil serta terdidik dan juga memberikan pengembangan ketrampilan bagi mahasiswa untuk melaksanakan penelitian dan pengabdian masyarakat.

VI. KESIMPULAN DAN SARAN
6.1  Kesimpulan   
             Program PKM-M ini merupakan rangkain program yang akan terus berlanjut, karena manfaat dan respon dari peserta yang cukup baik. Secara umum program ini terbagi menjadi tiga bagian program besar yaitu Pelatihan Pembuatan Blangkon, peningkatan softskill melalui pelatihan ketrampilan dan penyampaian pesan moral yaitu cinta kebudayaan tradisioanal Jawa Hasil dari pelaksanaan program PKM-M dapat dilihat dari dua indikator yaitu ketercapaian target luaran dan peningkatan skill peserta yang di ukur melalui kuesioner ahir program.  Secara umum keberhasilan program ini berhasil dengan baik dinilai dari ketercapaian target luaran walaupun ada beberapa program belum mencapai target yang optimal, 100%. Sedangkan pelatihan ketrampilan diperoleh hasil bahwa 100% peserta merasakan manfaat akan adanya pelatihan tersebut dengan tingkat penguasaan sebesar 75%. Dari pelatihan ketrampilan ini sebesar 60% responden mengaku bisa menjadikannya untuk berwirausaha sehingga mampu menambah pendapatan .

6.2  Saran
          Saran untuk program kedepannya adalah pemantauan yang lebih intens terhadap pelatihan ketrampilan. Pelatihan ini mampu memberikan peluang usaha yang cukup besar kepada peserta sehingga barang yang dihasilkan mampu dikomerisalisasikan. Akan lebih baik lagi jika, tim pelaksana program juga mencarikan pasar pasar yang cukup potensial untuk memasarkan hasil ketrampilan peserta.





LAMPIRAN

1. Biodata Ketua Serta Anggota Pelaksana
      1.   Ketua:
Nama                                             : Eko Winarno
NIM                                              : B11090
Program Studi                               : Manajemen Informatika
Tlp/Hp                                           : 087836888921
Alamat Rumah                              : Pekilen Rt. 01/ Rw.03 kapungan
                                                        Polanharjo- Klaten
      2.   Anggota         
1)   Nama                                       : Bintang Wijaya K.
      NIM                                        : B11094
      Program Studi                         : Manajemen Informatika
2)   Nama                                       : Fima Widia
      NIM/DNI                                : B08017
      Program Studi                         : Manajemen Informatika

      3.   Dosen Pembimbing
Nama                                             : M. Qoyim, S.Sos.
NIP                                               : 0604086902
Tlp/Hp                                           : -
Alamat Rumah                              : Sayangan Kulon Rt.01/Rw.03 Laweyan
                                                        Surakarta







2. Penggunaan Biaya
Dalam pelaksanaan program pengabdian masyarakat (PKMM) ini biaya keseluruhan yang diterima dari Dikti adalah Rp. 6.500.000,- dimana penggunaan meliputi bahan habis pakai, transportasi, dan lain-lain dengan rincian sebagai berikut :

NO
RINCIAN
SATUAN
JUMLAH
1
Bahan habis pakai



5.      Peralatan dan bahan baku pembuatan blangkon (1 paket)
  @                     Rp. 920.000
                          Rp. 920.000,-
6.      ATK penunjang persiapan , pelaksanaan sampai pembuatan laporan akhir ( 1 Paket )
  @                     Rp. 457.000
                          Rp. 457.000,-
2
Alat penunjang kegiatan



1.    Cetakan Blangkon  ( Klebot ) 5 paket untuk 15 Peserta latihan
  @                     Rp. 100.000
                          Rp. 500.000,-
2.    Alat Pendukung Pembuatan Blangkon ( 1 Paket )
  @                     Rp. 318.000
                          Rp. 318.000,-
3
Transportasi



5.      Peserta PKMM 15 orang
(4 kali pertemuan )
  @ Rp. 15.000 X 15 X 4
                          Rp. 900.000,-
6.      Tim PKMM 3 orang (4 kali pertemuan)
  @ Rp. 30.000 X 3 X 4
                          Rp. 360.000,-
7.      Instruktur 1 orang (4 kali pertemuan )
  @ Rp. 150.000 X 4
                          Rp. 600.000,-
8.      Pembelian alat dan bahan (1 kali)
  @                     Rp. 100.000
                          Rp. 100.000,-
9.      Dosen pembimbing  (2 kali )
  @ Rp. 100.000 X 2
                          Rp. 200.000,-
10.  Tim PKMM 3 orang dalam acara Pra monev di UNISRI
  @ Rp. 50.000 X 3
                          Rp. 150.000,-
11.  Tim PKMM 3 orang dalam acara Pra monev di UMS
  @ Rp. 50.000 X 3
                          Rp. 150.000,-
4
Lain – lain



g.      Banner
  @                     Rp. 100.000
                          Rp. 100.000,-

h.      Pembuatan laporan akhir ( 1 paket)
  @                     Rp. 150.000
                          Rp. 150.000,-
i.        Dokumentasi
  @                     Rp. 150.000
                          Rp. 150.000,-
j.        Jilid laporan

  @                     Rp. 5.000 X 9
                          Rp. 45.000,-
k.      Komsumsi Pelatihan
  @ Rp. 15.000 X 20 X 4
       Rp. 1.200.000,-
l.        Pinjam tempat pelatihan dan kebersihan
  @                     Rp. 50.000 X 4
                          Rp. 200.000,-

JUMLAH TOTAL

                         Rp. 6.500.000,-


3.  JADWAL KEGIATAN
No
Kegiatan
Bulan Ke-
1
2
3
4
5
1
Survey lapangan





2
Pendataan dan sosialisasi Program





3
Pembuatan proposal dan Perencanaan program





4
Pengadaan bahan dan alat penunjang





5
Pelaksanaan program





6
Evaluasi program





7
Pembuatan laporan akhir





No comments:

Post a Comment